Hello guys, long time no post. You miss me, eh? This time, I'd do a review on Wijaya Platinum Skincare, Slimming, & Laser. I haven't told you some stressful issues I have been facing lately kan ya? To make it short, for these few months, my face has turned into 'lapangan main jerawat'. Sumpah, banyak bingits jerawatnya. Yang tadinya cuma satu dua, jadi beranak pinak. Ugh, betah rupanya #amitamit I don't know whether it's because of the stress or I had been trying out some new products, which perhaps, did not match my skin. Moreover, I haven't done any treatment or facial since months ago (my experince using Liz had traumatized me, seriously. OK, perhaps I am too exaggregating, but it does make me 'KAPOK'). So, today I went to Wijaya Skincare in Depok as recommended by a friend of mine. The address isn't so far from Universitas Gunadarma. You can take Commuter Line to Pondok Cina station and walk (about 5 min) or take Angkot to ge...
Strive to be good, even when your kindness is not returned. Strive to excel, even when it is not yield immediate result. Strive to contribute, even when it is not appreciated. Strive to the truth, even when none is by your side. Be patience in the true path and only anticipating the help and rewards from Allah Subhanahu wa Ta'ala. Be good, regardless. Cause it shows your level. Mind what's in your control and let go (rely to Allah) on things that are outside of your control. I pray that Allah will grant us a heart that is ridha (pleased) with His Qadha and Qadr. And may He be pleased with us. Kuala Lumpur, 21 October 2024
Jika saja kita mampu memahami bahwa memaafkan itu bukan untuk kebaikan orang lain melainkan diri kita sendiri, niscaya tidak akan ada lagi perkataan: "Tapi apa yang dia lakukan sungguh keterlaluan! (Insert keluhannya yang bisa saja sebenarnya valid)." Karena sejatinya dunia itu ujian. Maka respon kita adalah jawabannya. Yang menentukan kita lulus atau tidak adalah respon kita. Kita gagal bukan soal yang dikasih (AA Gym). Kalau saja kita paham tujuan membuang semua kebencian/ dendam/ amarah, dll itu demi mencapai 'keselamatan (kebersihan) hati' , dan bukan perkara apakah pihak lain yang terlibat itu 'pantas' untuk dimaafkan/ diperlakukan dengan baik. Karena kita yang diuji (dari perspektif kita) . Dan ingat, Allah sudah sampaikan bahwa sesungguhnya, kita ini adalah ujian bagi satu sama lain. Jadi anggap saja sebagai perontok dosa. Memaafkan orang lain sebagai tawassul agar Allah memberikan ampunannya untuk kita. Kita yang banyak dosa :( Kuala Lumpur, 18...
Comments
Post a Comment